POLITIK KATOLIK, POLITIK KEBAIKAN BERSAMA
Sejarah dan Refleksi Keterlibatan Orang-Orang Katolik dalam Politik Indonesia

“Kami orang-orang Katolik Jawa bukanlah pengikut-pengikut yang baik dari perintis besar Misi Jawa ini (maksudnya Romo van Lith) jika kami tidak sependapat dengan dia serta pengarang-pengarang Katolik terkenal lainnya seperti Cathrein dan Ferrari, mengenai prinsip kebangsaan, yaitu prinsip yang mengatakan bahwa setiap bangsa mempunyai hak untuk membentuk sebuah negara merdeka.” (Pidato I.J. Kasimo di depan Volksraad pada tanggal 13 Juli 1931)

Dari pengalaman selama ini, parpol-parpol besar tampak kurang memberikan akomodasi dan perhatian terhadap masalah-masalah kemasyarakatan secara riil, terutama yang dialami oleh kelompok-kelompok marjinal baik dalam pengertian etnis, okupasi popular, maupun daerah. Ada kemungkinan kelompok-kelompok marjinal seperti itu menetapkan pilihan mereka dalam pemilu kepada partai-partai kecil. Kemungkinan ini dapat menghasilkan apa yang dikenal sebagai paradoks demokrasi. (TA. Legowo, Sistem Politik Indonesia: Dinamika Antara Das Sollen dan Das Sein)

Melalui buku yang terdiri dari narasi dan refleksi ini, pembaca tidak hanya diajak untuk melihat perjuangan politik para tokoh politik nasional di masa lampau, tetapi juga diajak untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan refleksi tentang dasar dan tujuan dari perjuangan dan keterlibatan umat Katolik dalam bidang politik, ekonomi, dan pendidikan. Buku ini tidak mengidentifikasikan dirinya sebagai tulisan sejarah sebagaimana dibuat oleh para ahli sejarah, melainkan ingin menampilkan karakter naratif dan reflektif. (Mgr. Agustinus Agus, dalam Epilog: Politik, Panggilan untuk Kebaikan Bersama)

Sebuah buku yang menyingkap sejarah dan mencuatkan refleksi tentang keterlibatan orang-orang Katolik dalam politik Indonesia.  Kita akan bergulat bersama penulis-penulis berikut ini: Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap., Andre Ata Ujan, B. Herry-Priyono, TA. Legowo, Mikhael Dua, F. Rahardi, Frans M. Parera, Mgr. Agustinus Agus.

 

DATA PENULIS

Mikhael Dua
Adalah dosen filsafat ilmu di Fakultas Teknik Unika Atma Jaya, Jakarta. Setelah menyelesaikan studi filsafat (S3) di Hochschule für Philosophie, München (2003), ia menjadi Kepala Pusat Pengembangan Etika Atma Jaya.

F. Rahardi
Lahir di Ambarawa, 10 Juni 1950. Sasterawan/Wartawan, seorang otodidak. Aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Di Ikatan Sarjana Katolik Indonesia menjabat sebagai Ketua III Dewan Pimpinan Pusat (1997 – 2000), dan anggota Presidium (2000 – sekarang).

Andre Ata Ujan
Adalah dosen filsafat dan etika ekonomi di Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya. Memperoleh gelar Ph.D (S3) dalam bidang filsafat di Ateneo de Manila Univesity, Manila tahun 2004. Saat ini menjadi  Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Atma Jaya, urusan kemahasiswaan.

B. Herry-Priyono
Adalah peneliti dan staf pengajar pada program pascasarjana STF Driyarkara Jakarta. Memperoleh gelar Ph.D (S3) dalam  bidang political economy and sociology pada London School of Economics, Inggris.

Frans M. Parera
Adalah pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Penerbitan di Jakarta. Aktif sebagai editor bidang humaniora dan ilmu-ilmu sosial. Pernah menjadi kepala editor pada Penerbit Gramedia. Pada tahun 1989 ia turut mendirikan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Thomas Aquino Legowo
Biasa disingkat dengan TA. Legowo, menamatkan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional, FISIPOL – Universitas Gadjah Mada, pada 1984; melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga mendapat gelar MA Teori Politik  dari Departmen of Government, Essex University, Inggris. (1990-1992); dan kini sedang menyelesaikan studi doktoral untuk ilmu politik di FISIP Universitas Indonesia. Dia bergabung  sebagai peneliti di Departemen Politik dan Perubahan Sosial, CSIS Jakarta pada 1984; dan dipercaya sebagai Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial sejak 1997-2007. Selain sebagai peneliti, Tommi aktif di kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM); pada tahun 2001, bersama-sama dengan teman-teman lain mendirikan dan mengorganisasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI).

Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap.
Uskup Padang. Lahir di Palipi, Medan, 28 Maret 1947. Tahbisan Imam, 5 Januari 1974. Tahbisan Uskup, 11 Juni 1983, dengan moto tahbisan: “Fides per Caritatem Operatur” (Iman Bekerja lewat Kasih). Saat ini Beliau adalah juga Ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia)

Mgr. Agustinus Agus
Uskup Sintang. Lahir di Lintang, Sanggau, 22 November 1949. Tahbisan imam, 19 Juni 1977. Tahbisan Uskup, 6 Februari 2000, dengan moto tahbisan: “Instaurare Omnia in Christo” (Semuanya Dipersatukan dalam Kristus”, Ef 1:10). Saat ini Beliau adalah juga anggota Presidium KWI dan Ketua Komisi Kerawam.

Tentang Pusat Pengembangan Etika
Pusat Pengembangan Etika didirikan pada 1 Januari 1977 oleh Yayasan Atma Jaya atas prakasa Yayasan Atma Jaya dan STF Driyarkara. Pusat ini pada saat didirikan dipimpin langsung oleh Drs. Frans Seda. Setelah dibekukan, pusat ini dipimpin oleh Prof. Dr. K. Bertens.