GONJANG-GANJING KELUARGA KATOLIK 1
![]()
Ada pendapat bahwa masa depan dunia ditentukan oleh keluarga-keluarga, khususnya dalam keluarga yang harmonis, mengapa? Melalui dan dalam keluargalah pribadi seorang manusia tumbuh dan berkembang, mencari dan menemukan bentuknya hingga siap untuk turut serta dalam mewujudkan masa depan dunia.
Jiwa seorang anak akan terluka jika melihat kedua orangtuanya berpisah, sehingga akan mempengaruhi perkembangan jiwanya. Oleh karena itu dalam ajaran Katolik, perkawinan itu tak terceraikan karena dan apa yang dipersatukan Tuhan janganlah diceraikan manusia.
Namun ternyata permasalahan manusia tidak sesederhana apa yang bisa dibayangkan. Segala tantangan dan cobaan kehidupan terus datang. Sebuah keluarga diibaratkan sebagai sebuah bahtera. Dan ombak dan badai terus menerjang dan mengombang-ambingkan bahtera itu. Sebuah bahtera yang kokoh akan sanggup menahan semuanya itu dan tidak akan tenggelam.
Namun bagi bahtera yang tidak kuat maka ia akan karam. Dan kejadian itu banyak menimpa keluarga-keluarga yang tidak kuat mempertahankan bahtera keluarganya. Biasanya jalan keluarnya adalah perceraian. Hal tersebut bisa menimpa siapa saja, termasuk pasangan keluarga Katolik.
...karena bertengkar terus, maka komunikasi diantara kami semakin renggang dan istri saya minta cerai secara baik-baik.... bisakah perkawinan gereja dibatalkan... dan Romo, bolehkan saya menikah lagi? Demikian pertanyaan dari seorang umat kepada pastornya.
Ternyata ada begitu banyak masalah kruisial yang menimpa banyak keluarga Katolik, baik sebelum dan sesudah berkeluarga. Mulai dari masalah ketidakhamonisan hingga kawin cerai, mulai dari kawin beda gereja hingga kawin beda agama, bahkan ada yang ingin menikah lagi hingga masalah perselingkuhan, perzinahan dan penyelewengan seks.
Kisah-kisah tersebut diambil dari dapur konsultasi Pastor J. Hardiwiratno, MSF yang pernah dimuat secara berkala di majalah HIDUP beberapa waktu yang lalu. Segala permasalahan dibedah dan dicermati hingga menjadi suatu dialog yang hidup dan segar dengan berbagai solusi yang ditawarkan namun tidak bertentangan dengan ajaran Gereja. Dan semuanya itu ada dalam buku yang berjudul ‘GONJANG-GANJING KELUARGA KATOLIK' yang diterbitkan oleh OBOR, Jakarta.
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu pertama : rmasalah Kawin Beda Agama, Pindah Agama, Status Nikah; kedua : Perceraian, Pembatalan Nikah, Pernikahan ulang; dan terakhir: Pacaran & Selingkuh (Selingkuh itu indah?), dengan total kasus di dalamnya sebanyak 57 kasus dengan solusinya masing-masing.
Buku ini sangat baik dimiliki keluarga Katolik sebagai jawaban atas segala masalah yang bisa menimpa keluarga mereka. Dapat juga dipersembahkan bagi calon keluarga dan pasangan muda Katolik dan seluruh umat Katolik yang belum berkeluarga sebagai bekal dalam mengisi hari-hari perkawinan mereka sehingga tidak terjebak ke jalan yang bertentangan dengan ajaran Gereja.