BUKU 2007
1. A CATHOLIC GUIDE TO THE BIBLE (Edisi Indonesia)
(Oscar Lukefahr, CM; 14×21 cm; 390 hlm; Okt 2007; Rp55.000,00)![]()
"Penuntun Katolik kepada Alkitab ini merupakan buku sangat praktis yang dapat membantu umat Katolik secara luas untuk menyikapi dan membaca Alkitab secara aktual. Hasil penelitian Kitab Suci pada zaman modern disajikan dengan cara yang cukup sederhana dan jelas. Dan tujuh puluh dua halaman workbook dengan self test (pada bagian Pendalaman Materi) membantu untuk mengukur sejauh mana bahan sudah ditangkap." (Prof. Dr. Martin Harun, OFM — Guru Besar STF Driyarkara, Jakarta)
3.000.000 orang dari seluruh penjuru dunia saat ini sedang mengikuti Kursus Kitab Suci di Catholic Home Study Service (CHSS) yang diselenggarakan oleh Komunitas Vincentian & Missouri Knights of Columbus, Amerika Serikat, di bawah bimbingan Romo Oscar Lukefahr, CM. Kursus Kitab Suci di CHSS ini telah berlangsung selama enam puluh tahun tanpa dipungut biaya alias gratis.
Ada tujuh materi kursus yang diselenggarakan oleh CHSS. Salah satunya adalah A Catholic Guide to the Bible, yang merupakan pilihan favorit bagi siapa saja yang sedang mendalami Kitab Suci.
(Laurence Freeman, OSB; 12,5×17,5 cm; 80 hlm; Okt 2007; Rp32.500,00)
Kelompok meditasi adalah suatu jawaban dan ungkapan atas kerinduan rohani yang sangat besar pada zaman sekarang.
”Meditasi sering dipandang sebagai suatu jalan pertumbuhan rohani dari perkembangan manusia. Selain itu, meditasi merupakan suatu proses pertumbuhan ke dalam kebebasan yang melampaui segala batas. Sekali kita dapat keluar dari keterbatasan ini, yang sebelumnya merupakan penghalang besar, kita akan menemukan bahwa kita lepas-bebas dari gangguan tersebut untuk mencapai keabadian.” (John Main: The Heart of Creation)
Buku ini berisi gagasan sederhana tentang meditasi, bagaimana membentuk kelompok meditasi baru, dan bagaimana memimpin sebuah kelompok meditasi ini dapat mendorong siapa pun untuk mulai bermeditasi dan membentuk kelompok meditasi. Karena itu, siapa pun, tanpa bakat khusus dan tingkat pendidikan yang tinggi, dapat bermeditasi dan membentuk kelompok meditasi. Hal yang mutlak dibutuhkan hanyalah ”iman untuk memulai”. Sangat berguna bagi mediator pemula, para pemimpin, dan peserta meditasi yang sudah lama melakukan meditasi Kristiani. Buku ini juga disertai audio CD musik meditasi yang sangat teduh.
3. AMYAS(Simon P. Morin; 14×21 cm; 260 hlm; Okt 2007; Rp40.000,00)
”Dari banyak cerita pendek itu, sang penulis telah berhasil menarik apa yang saya namakan inspirasi rohani dan inspirasi budaya lokal yang begitu kaya dan menakjubkan. Amyas telah berhasil menggugah emosi kita semua, baik orang dewasa maupun anak-anak kecil bahwa negeri pulau Cenderawasih ini begitu sarat dengan pengetahuan lokal atau local wisdom ….” (Pdt. Dr. Karel Phil Erari — Dosen STT Gereja Kristen Injili ’I.S. Kijne)
”Sungguh luar biasa buku ini. Ternyata Papua menyimpan rahasia kehidupan, salah satunya adalah: ’Rebutlah doa mereka yang pasti sangat diperhatikan Tuhan’, yaitu nenek-nenek yang sudah tidak berdaya — dengan menghormati dan berbuat baik terhadap orang yang sudah lanjut usia itu, kita akan mendapat berkat dari Tuhan lewat doa mereka.” (panjibudi)
Buku ini berisi kisah-kisah — berdasarkan inspirasi dan referensi dari Alkitab, buku-buku, majalah, poster, cerita rakyat, cerita dari para sahabat penulis, serta realitas kehidupan masyarakat Papua — yang mengandung pesan dan renungan di dalamnya.
Amyas, yang menjadi judul buku ini diambil dari bahasa Biak — bahasa ibu penulis — yaitu daun kelapa kering yang diikat menjadi satu lalu dibakar sebagai obor penerang jalan di malam hari dan dapat bertahan selama 20—30 menit.
(Pieter S. Raharjo; 10,5×15,5 cm; 42 hlm; Okt 2007; Rp7.500,00)
Buku ini berisi Doa Rosario — dan dilengkapi dengan lagu-lagu — yang ditulis dalam bahasa Jawa halus (Krama Inggil). Rosario Tesbéh diterbitkan untuk memenuhi kerinduan umat akan doa kepada Bunda Maria yang diungkapkan dalam bahasa Jawa yang sangat halus (Krama Inggil).
Orang Jawa sangat menjunjung tinggi bahasa asli mereka — bahasa Jawa. Bahkan, orang Jawa di perantauan sering berkomunikasi dengan sesama orang Jawa dalam bahasa Jawa. Bagi orang Jawa, dengan berbahasa Jawa, akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Demikian juga jika bahasa itu digunakan untuk berhubungan dengan Bunda Maria. Dengan bahasa Jawa, setiap kata yang diucapkan dapat langsung merasuk sukma dan memberi getaran jiwa yang penuh kerinduan.
5. ZIARAH BATIN 2008 (Best Seller)(Rm. Agustinus, Pr dkk.; 15,5×23 cm; 420 hlm; Sept 2007; Rp37.500,00)
Ziarah Batin adalah sebuah buku renungan harian, yang boleh dijadikan alat bantu bagi kita untuk belajar mereposisikan diri di dalam peziarahan hidup ini. Setiap tahun Penerbit OBOR menyiapkan Ziarah Batin bagi mereka yang ingin mereposisikan kehidupan imannya setiap hari. Dan untuk itu pulalah, secara selektif, dari tahun ke tahun beberapa rohaniwan diminta bantuannya untuk menyiapkan Ziarah Batin, dengan berpedoman pada Penanggalan Liturgi yang diterbitkan oleh Komlit KWI.
Ziarah Batin 2008 ini adalah edisi yang ke-13. Selengkapnya….
6. ALLAH DAN CIPTAAN-NYA
(Anastasia Maria; 17,5×11 cm; 68 hlm; Juli 2007; Rp11.500,00)
Buku bacaan ini menuntun anak-anak untuk merasakan betapa besar keagungan dan kasih Tuhan yang telah menciptakan dunia dengan segala isinya: darat, laut, udara, matahari, tumbuh-tumbuhan, hewan, dll.
Didukung dengan ilustrasi gambar dan gaya penyampaian yang sesuai dengan usia dan kesukaan anak-anak, buku ini mengajak mereka untuk mengenal Tuhan melalui ciptaan-Nya, merenungi, mengagumi dan mensyukuri apa yang Tuhan perbuat bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.
7. MASA KECIL YESUS (Edisi Indonesia)(Sally Wilkins; 12,5×17,5 cm; 32 hlm; Juli 2007; Rp11.000,00)
Buku ini menjadi lebih menarik karena sisi kehidupan Yesus dibuat dalam ilustrasi gambar berwarna, sementara sisi kehidupan anak-anak kita dibuat dalam ilustrasi gambar polos untuk diwarnai. Kreativitas anak untuk mewarnai kehidupannya sendiri merupakan metode pembelajaran yang efektif.
8. MASA KECIL MARIA (Edisi Indonesia)
(Sally Wilkins; 12,5×17,5 cm; 32 hlm; Juli 2007; Rp11.000,00)
Buku ini menjadi lebih menarik karena sisi kehidupan Yesus dibuat dalam ilustrasi gambar berwarna, sementara sisi kehidupan anak-anak kita dibuat dalam ilustrasi gambar polos untuk diwarnai. Kreativitas anak untuk mewarnai kehidupannya sendiri merupakan metode pembelajaran yang efektif.
9. YOHANES PAULUS II — Gereja, Teologi, dan Kehidupan
(T. Kripurwana Cahyadi, SJ; 14×21 cm; 404 hlm; Juli 2007; Rp45.000,00)
Buku ini mengajak kita untuk ’duct in altum’, masuk lebih jauh ke dalam kegelisahan dan kegembiraan, keprihatinan dan harapan seorang tokoh reformator Gereja dan dunia dewasa ini, seorang Paus yang cerdas dan berbakat. Penulis buku ini—kini sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Roma—secara tajam dan lugas mengupas berbagai pandangan Yohanes Paulus II mengenai Gereja, Teologi, dan Kehidupan, khususnya Gereja di Asia, kontroversi soal Teologi Pembebasan di Amerika Latin, pertentangan antara iman versus akal budi dan iman versus kebudayaan, masalah pluralisme dan sekularisme, komunisme dan ateisme humanis, masalah keadilan dan perdamaian dunia, dll.
Bukan sekadar pemaparan ide-ide brilian seorang Paus, penulis menyelidiki lebih dalam lagi pada latar belakang pemikiran beliau dan menembus hingga akar terdalam dari banyak argumentasi Paus.
Sebuah buku yang menarik untuk disimak oleh semua kalangan, khususnya para pastor, biarawan/ti, pemuka agama, mahasiswa, kaum cendekiawan, dan intelektual lintas agama.
(Arie Saptaji; 11×17,5 cm; 191 hlm; Juli 2007; Rp24.000,00)
”Suatu ketika saya menginap di rumah sepasang suami istri. Sore-sore mereka mengajak saya duduk-duduk di beranda, menghadap ke taman belakang. Ditemani teh hangat dan camilan, mereka berbincang dan bertukar pikiran seputar keluarga dan rumah tangga mereka. Saat itu saya masih lajang. Setelah menikah, saya dan istri belum pernah melakukan hal serupa. Paling jauh kami menikmati teh hangat dan pisang goreng di ruang tengah rumah kami ….”
Perbincangan seputar dinamika keluarga itulah yang coba penulis tuangkan dalam buku ini. Sebuah perbincangan ringan, dipaparkan melalui perpaduan antara kisah dan refleksi, yang memberi inspirasi dan menghangatkan kebersamaan. Sebuah buku yang asyik dinikmati dan dijadikan bahan obrolan keluarga di saat santai sembari menyeruput teh hangat.
11. DAYA HIDUP TERBESAR(Arie Saptaji; 11×17,5 cm; 221 hlm; Juli 2007; Rp26.500,00)
Buku ini memuat kisah-kisah inspiratif seputar kehidupan keluarga, berangkat dari pengalaman nyata dan pengamatan penulis sendiri, disertai gagasan solusi atas kasus-kasus tertentu, untuk direnungkan dan diambil hikmahnya, guna membangkitkan ’daya hidup terbesar’ yang mengokohkan kehidupan pribadi, keluarga, dan karya pelayanan kita.”
12. APA KABAR KANG JE?(Anjar Anastasia; 11×17,5 cm; vi+183 hlm; Mei 2007; Rp24.000,00)
Kang Je … Memang luar biasa!!!
”Membuat kita berani menempatkan Dia sebagai persona yang dekat, bukan Dia yang jauh. Juga bisa membuat kita mampu melihat ke dalam diri kita dan merenungi bahwa reaksi kita mungkin serupa dengan apa yang disampaikan oleh penulis atau juga berani untuk berbeda.” (Krise; Aktivis Gereja — Bandung)
”Cerpenmu sungguh dapat membuka mata orang yang selama ini ’buta’. Semoga Tuhan memberkatimu.” (Davy; Ibu Rumah Tangga — Jakarta)
”Artikel Kang Je itu sangat terkenal di lingkungan gerejaku dulu (Blok B), gak tau … mungkin banyak yang punya kejadian sama kali yee heehehhe ….” (Niken; Mudika Blok B — Jakarta)
”Mbak Anjar, Kang Je-mu hidup, teralami dan sedang ’bermain’ bersama denganku. Kang Je, jangan biarkan aku bermain sendirian ya… Sebuah letupan hasrat ….” (Willy; Mahasiswa — Bandung)
”Cerpennya bagus. Sejak dulu Anjar punya talenta luar biasa untuk nulis, terutama cerpen atau novel. Terus berkarya, ya!!” (Rm. Heribertus Kartono, OSC — Roma)
”Apa jadinya kalau Tuhan terlibat dalam urusan perjodohan, asyik ikut menyantap ketupat Lebaran, menepuk bahu kita memberi semangat? Anjar membayangkan-Nya hadir sebagai Kang Je – Bapak, sahabat, teman, kakak, dan kekasih – sosok yang setia muncul dalam keseharian. Melalui dialog-dialog imajinernya dengan Kang Je, pernyataan ’berdoalah senantiasa’ dan ’Tuhan menyertaimu’ mewujud sebagai realitas yang segar, sarat makna, dan kadang-kadang mengejutkan.” (Arie Saptaji; Penulis — Yogyakarta)
13. GEREJA WARTEG
(11×17,5 CM; 380 hlm; Mei 2007; Rp37.000,00)![]()
”Kumpulan pandangan umat katolik Jakarta dalam buku ini memperlihatkan keragaman yang memikat: tidak hanya bicara masalah ritual, tetapi juga spiritual; tidak hanya bicara masalah biarawan, tetapi juga ’biar awam’; tidak hanya bicara soal altar, tetapi juga latar atau yang terjadi di pekarangan, bahkan pasar. Kalau saja buku seperti ini bisa dimasukkan sebagai materi untuk pendalaman iman, ibadat sabda, atau bahan sharing dalam pertemuan lingkungan, kita sebenarnya sedang mendirikan 200 Gereja secara seketika tanpa memerlukan surat izin bangunan.” (Arswendo Atmowiloto — Sastrawan)
(R. Yuniko Deviana; 11×17,5 cm; 131 hlm; April 2007; Rp18.500,00)
”Menerima kenyataan bahwa kita sakit bukanlah perkara mudah. Apalagi kalau vonis dokter itu tak pernah diduga sebelumnya. Buku ini merupakan pengalaman pribadi penulis saat bergulat menghadapi situasi seperti itu. Tentang bagaimana sakit harus disikapi. Bagaimana keluarga sebagai lingkungan terdekat turut mendampinginya menjalani ’situasi baru’ baginya untuk berteman dengan penyakit.” (Rm. Agustinus Surianto, Pr)
15. MANAGEMENT PETER F. DRUCKER ON CHURCH
(Greg Soetomo, SJ; 15×23 cm; 186 hlm; April 2007; Rp37.500,00)
Manusia dan segala organisasi yang dibentuknya membutuhkan manajemen untuk mendukung prestasi dan perkembangan hidup pribadi serta organisasinya. Manajemen adalah humanisasi.
Kalau demikian halnya, apakah Gereja sebagai lembaga religius dan spiritual membutuhkan manajemen—mengingat Gereja juga mengelola jiwa manusia, lembaga pendidikan, rumah sakit, penerbit, percetakan, dan sebagainya—agar karya pelayanannya bisa berkembang dan berkualitas? Sebagian besar orang berpendapat bahwa Roh Kuduslah yang menyelenggarakan kehidupan Gereja. Karena itu, Gereja tidak butuh manajemen. Namun, benarkah demikian? Membaca buku ini kita akan mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas. Di sini penulis mengadaptasi percikan pemikiran seorang Management Guru, Peter F. Drucker, ke dalam konsep manajemen Gereja Zaman ini. Buku ini secara khusus ditujukan untuk para penggerak dan pemimpin di lingkungan Gereja, mulai dari lingkungan umat basis hingga keuskupan, apa pun aktivitas mereka. Juga sangat berguna bagi para calon imam, baik yang sedang belajar di seminari menengah maupun seminari tinggi. Bahkan, mereka yang mengelola bisnis, lembaga-lembaga sosial, dan organisasi sekuler lain akan mendapatkan banyak manfaat dari buku ini.
(Greg Soetomo, SJ; 15×23 cm; 313 hlm; April 2007; Rp65.000,00)
Menurut Hermawan, marketing bukan hanya kegiatan selling. Marketing adalah ”jiwa”, bukan sekadar salah satu anggota badan, sebuah perusahaan. Sebagai seorang Marketing Guru, Hermawan memiliki beberapa model marketing. Dari sekian model itu, model Sustainable Marketing Enterprise (SME) mampu menjawab begitu banyak kebingungan ”strategi dan taktik merasul” dalam Gereja zaman ini. Tentu model SME yang diterapkan dalam kerasulan Gereja ini memerlukan beberapa adaptasi dan modifikasi. Dari modifikasi itu, penulis buku ini mendapatkan model Pilgrim Apostolic Church (PAC). Dalam buku ini diuraikan secara menarik tentang model marketing Hermawan yang dapat diaplikasikan dalam kerasulan Gereja zaman sekarang.
17. ROSARIO DALAM PERMENUNGAN
(V. Sugiatmo; 11×15,5 cm; 200 hlm; Maret 2007; Rp19.000,00)
Doa Rosario sudah menjadi tradisi yang dianjurkan Gereja Katolik berabad-abad lamanya. Janji Bunda Maria kepada siapa saja yang mendaraskan Doa Rosario ini pun banyak terpenuhi dan khasiatny tak diragukan lagi. Namun, sering kali doa ini terasa kering dan membosankan. Buku ini bertujuan untuk membuat Doa Rosario menjadi lebih hidup dan segar, dengan memasukkan kutipan-kutipan Kitab Suci dan permenungan yang kontekstual dan inspiratif, di sela-sela setiap peristiwa yang didaraskan.
18. TUHAN DENGARKANLAH AKU
(Sr. Ignatio, CIJ; 11×15,5 cm; 60 hlm; Maret 2007; Rp7.500,00)
”Kucari dan kutemukan Tuhan dalam setiap getar rinduku berdoa, dan dalam secarik kataku lantang berserah.”
”Mendaraskan doa-doa dalam buku ini berarti kita bersedia beranjak ’masuk dan pergi, lalu kembali’ pada pusara kasih-Nya yang tidak pernah kering oleh kegerahan hidup. Kiranya kumpulan doa ini mengakrabkan orang muda dengan Tuhan dan sesama.” (Sr. Ignatio, CIJ)
19. SAKRAMEN-SAKRAMEN DARI HIDUP & HIDUP DARI SAKRAMEN-SAKRAMEN (Terjemahan)
(Leonardo Boff; 11×17,5 cm; 160 hlm; Maret 2007; Rp21.000,00)
Kalau ditanya ada berapa sakramen dalam Gereja? Semua orang tentu menjawab ada tujuh sakramen. Tetapi, Leonardo Boff, dalam bukunya ini menegaskan, ada banyak sakramen di dunia ini, bukan cuma tujuh. Sakramen adalah suatu cara berpikir yang melihat realitas bukan sebagai suatu tanda melainkan suatu simbol, tanda kehadiran Allah. Dia mengatakan, ”Tak seorang pun dapat mengerti sakramen sebelum mereka memahami kehadiran Allah dalam ciptaan: Gunung, guru, puntung rokok ayah, roti, air, cangkir keluarga, rumah, riwayat hidup, lilin Natal, adalah sakramen.
Dalam buku ini, kita juga membaca pandangan Leonardo Boff yang sangat radikal tentang tujuh sakramen Gereja dan bagaimana Kristus dapat dikatakan sebagai pendiri sakramen-sakramen.
Buku ini sungguh merangsang kita untuk berpikir lebih jauh, keluar dari tradisi berpikir yang sudah mapan, dan menempatkan pemahaman yang lebih luas terhadap sakramen. Penulis sengaja menggunakan gaya bahasa yang ringan, dan mengangkat hal-hal yang sederhana dalam menyingkapkan sebuah gagasan yang besar dan radikal tentang sakramen, agar dapat dibaca dan dimengerti oleh siapa saja, baik umat biasa, mahasiswa, biarawan/ti, kaum hierarki maupun para teolog.
20. USIA LANJUT YANG BERAHMAT DAN BERDAYA PIKAT
(P. Wolfgang Bock, SJ; 14×21 cm; 220 hlm; Feb 2007; Rp25.000,00)![]()
Setiap tahapan kehidupan yang dilalui manusia akan menjadi bermakna tergantung bagaimana kita menghayatinya. Biasanya, masa yang paling sulit dan menyebalkan adalah masa tua, usia lanjut. Bagaimana kita memandang dan menghayati usia lanjut, amat menentukan kebahagiaan kita.
Buku ini mengupas tuntas mengenai ciri-ciri khas dan gejala serta kendala yang dialami manusia lanjut, pola-pola penghayatan, dan rangkaian karunia serta karya yang dinikmati dan dihayatinya secara silih berganti. Dengan demikian, usia lanjut benar-benar menjadi masa yang penuh berkah dan rahmat.
Sebuah buku penuntun yang baik untuk memahami kaum lanjut usia dan pegangan yang perlu dalam menghayati usia lanjut sebagai karunia bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
21. KORUPTOR TAMPAN BERHATI PREMAN (Teenlith)
(Yenny & Raras; 11×17,5 cm; 184 hlm; Maret 2007; Rp22.500,00)![]()
”Huu… koruptor tampan berhati preman…. Tegakah kau ambil uang rakyat, yang bekerja di bawah alam melara…?
Sudah matikah rasa ibamu pada warga yang kerja bagaikan babu…?
Koruptor tampan berhati preman…. Berhentilah berbuat nista, karena dosamu ditanggung jiwa.
Hargailah CINTA, karena jika impian menjadi nyata, cinta teruntai menjadi kalung mutiara yang membuat kalian bahagia ….”
Buku ini berisi kumpulan ungkapan hati dan refleksi kritis remaja yang dugubah dalam syair yang menawa, pemuas dahada jiwa.
22. INGAR BINGAR CINTA DIA (Teenlith)
(A. Rarasati; 11×17,5 cm; 146 hlm; Maret 2007; Rp20.000,00)
”Aku dijatuhi cinta oleh Tuhan. Pada sebuah retret yang diadakan di Puncak, Tuhan memanggil aku dari jalanku yang sesat dan memintaku untuk mengikuti Dia. Sebelumnya hidupku cukup berantakan. Berbuat jahat, menyakiti orang lain menjadi sebuah kepuasan tersendiri buat diri ini. Bahkan, membalas dendam dan menganiaya akan selalu kulakukan jika aku sedikit saja disakiti. Lebih dari monster mungkin aku waktu itu. Mengerikan, ya …?”
Buku ini merupakan kumpulan renungan, refleksi, dan juga cerpen yang diangkat dari pengalaman hidup remaja. Seorang remaja yang tadinya malas untuk membangun kehidupan rohaninya, kini berubah. Bahkan, dia dapat memberikan teladan serta pengaruh baik kepada remaja sepergaulannya.
23. OVER CONFINDENT ”KASIHAN AMAT SIH LO!” (Teenlith)
(Sinta-Tiara-Luki; 11×17,5 cm; 96 hlm; Maret 2007; Rp15.000,00)
”Tuhan lebih berkuasa dari segalanya. Dia mampu membuat mukjizat yang tak pernah terpikirkan oleh logika manusia. Mengapa kita mengandalkan pikiran kita yang sempit padahal kita memiliki Tuhan dengan pikiran yang sangat luas? Atau kah kita merasa bahwa mengandalkan Tuhan berarti lemah?”
Buku ini menuntun kita masuk ke dalam refleksi yang mendalam tentang pertanyaan di atas dan bagaimana Tuhan berkarya dalam hidup kita, khususnya kaum remaja yang sedang mencari jati dirinya.
24. DIRIKU, DIRIMU, DIRI-NYA (Teenlith)
(Artha; 11×17,5 cm; 108 hlm; Maret 2007; Rp16.000,00)
”Tidak selamanya menghibur itu dengan kata-kata manis ..
Penguatan dengan doa dan meresapi masalahnya, itulah yang akan membuatnya mengerti bahwa kita peduli dengannya. Saat memanggul salib ke puncak kavalri, Yesuspun merasa terhibur hannya dengan kehadiran ibu-Nya, Maria. Seuntai kata-kata indah mungkin menyiratkan sejuta makna yang menyejukkan jiwa, namun, tindakan nyata kitalah yang menentukan akhir dari kisah itu ….”
Membaca buku ini kita diajak untuk senantiasa merefleksikan hidup kita dalam hubungan dengan sesama dan Tuhan, dengan kesadaran mendalam bahwa diriku, dirimu, dan Diri-Nya adalah satu dalam KASIH.
25. SECOND CHANCE (Teenlith)
(Venezia & Verina; 11x17 cm, 166 hlm; Maret 2007; Rp22.500,00)![]()
”Sekarang aku hanyalah seorang diri,Apakah ayah tahu bagaimana perasaanku sekarang. Semua orang tidak akan pernah tahu. Tapi aku terus merasakannya.Keharmonisanku dengan ayah semakin berkurang. Semenjak ibu meninggal. Ya, andai asja kami bias lebih dekat lagi ….”
Buku ini berisi kumpulan cerpen yang digubah dari pengalaman hidup remaja. Cerita-ceritanya menarik, penuh inspirasi dan merangsang kita untuk menerawang lebih jauh.
26. THE ANGEL’S GLASSES (Teenlith)
(Yenny; 11x17, 112 hlm; Maret 2007; Rp17.500,00)![]()
”Roda waktu terus berputar Kehidupan terus berlanjut. Terkadang kita berada di atas, terkadang dibawah. Pada saat diatas, ingatlah bahwa siatu saat kita bias berada di bawah. Tetapi yang lebih penting bahwa kita harus tetap kuat di posisi manapun kita berada.”
Buku ini merupakan kumpulan renungan, refleksi dan cerpen yang diangkat dari pengalaman hidup remaja. Kisah-kisahnya angat menarik dan mengena bagi kaum remaja yang haus akan kedamaian hati dan ketenangan jiwa.
27. I LOVE YOU, LORD! (Teenlith)
(Grace S. Wiradjaja; 11×17,5; 344 hlm; Jan 2007; Rp35.000,00)
”Salib bukanlah sesuatu yang dicari Yesus, namun merupakan keputusan dunia untuk menyingkirkan Dia ….
Kita tak perlu mencari-cari salib lagi untuk memperoleh keselamatan sejati … Salib selalu ada pada kita, kita hanya harus memanggulnya bersama Kristus.
Tuhan menegur kita lewat perut anak-anak yang kelaparan, Tuhan menegur kita lewat banjir, badai, gempa bumi … Tidakkah kita sadar?
Tuhan mampu melakukan hal-hal yang melebihi apa yang Anda minta atau banyangkan. Bahkan Dia mampu dan akan melakukan hal-hal yang melebihi impian Anda yang paling liar sekalipun ….”
I LOVE YOU, LORD! Hanya inilah yang pantas kita ucapkan setiap kali merenungkan cinta Tuhan yang teramat luhur dan indah. Kumpulan refleksi dan renungan dalam buku ini penuh kejutan dan inspirasi. Anda mungkin tak percaya kalau penulisnya adalah seorang remaja belia yang tengah duduk di bangku SMA.
28. READY SET GO…! (Teenlith)
(Kartika-Tabhita-Meutia; 11×17,5 cm; 150 hlm; Jan 2007; Rp22.000,00)![]()
”Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang misterius. Ia seakan-akan tidak mendengar raungan anak-anak-Nya…. Ia tetap menyapu rumah-rumah lewat tsunami, tetap menggoyangkan Yogyakarta, dan tetap menggerakkan arus-arus liar Sulawesi. Tapi, Ia tetap menyelamatkan sebagian orang. Ia tetap memberi senyum di bibir masing-masing anak yang selamat. Ia memberi sentilan pada hati kecil kita dan menggerakkan ’sisa kecil yang terselamatkan’ untuk menjadi agen perubahan…. Tuhan membelokkan jalan, kemudian meluruskannya lagi…. Tuhan beri kesempatan kedua. Tuhan beri titik terang. Tuhan beri masa depan….”
Buku ini berisikan kumpulan refleksi dan renungan yang diolah dari pengalaman hidup harian sebagai remaja Jakarta. Penulis mengajak kita untuk mundur selangkah – menengok masa lalu dan belajar dari padanya – untuk maju sepuluh langkah meraih impian masa depan yang cerah dalam dan bersama TUHAN.
29. THANK’S GOD (Teenlith)
(Clarissa-Devianna-Pusparani; 11×15,5 cm; 80 hlm; Jan 2007; Rp11.000,00)
Doa tidak selamanya kyuu-noo.Justru dengan doa kita akan menjadi remaja gaul sejati yang ciamik! Kita terbebas dari pribadi yang suka memberontak, nggak tahu aturan, narkobaan, “guna-guna” maniac, atau sifat-sifat dosa lain yang bikin kita…cape deh! Alhasil, iman kita akan semakin mendewasakan diri kita sendiri.
Buku doa ini disusun oleh remaja untuk remaja. Diharapkan doa-doa ini dapat menjadi sarana membina relasi yang lebih akrab dengan Tuhan dan menggerakkan hati kita untuk senantiasa berkata, “Thanks God!”
30. KALEIDOSKOP (Teenlith)
(Kay-Carissa-Luisiana; 11×17,5 cm; 108 hlm; Jan 2007; Rp15.500,00)
”Merah.Biru.Kuning, hijau, ungu. Perak dan hitam…. Yaaaah, aku ini sebuah kaleidoskop. Tabung kecil dari plastik yang berwarna-warni. Kalau kamu melihat ke dalam lubang intip kaca yang ada di atas kepalaku, kamu akan melihat semua warna yang bisa kamu bayangkan dengan berbagai motif. Kalau lapisan luarku diputar, kamu bisa melihat bahwa motif-motif itu akan bergerak dan warnanya yang berkilauan itu pun berubah. Bisa jadi gelap. Bisa jadi terang.
Tergantung ke arah mana dan seberapa banyak kita memutarnya.”
Buku ini merupakan buah refleksi kehidupan dalam kacamata remaja, yang digubah dalam bentuk renungan, cerpen dan kisah bermakna; menyadarkan kita bahwa hidup itu tidak saja seperti yang kelihatan dan kita dapat membuatnya menjadi lebih indah dari hari ini.
31. DOA HARIAN PELAJAR (Teenlith)
(Stella-Stephanie-Marsella-Melvina; 11×15,5 cm; 70 hlm; Jan 2007; Rp11.000,00)![]()
Bagai benih yang disemai, dipupuk, dan dipelihara dengan tekun agar bertumbuh menjadi pohon yang besar dan berbuah lebat, kehidupan doa juga perlu dipupuk dan dipelihara dari hari ke hari sejak dini.
Buku saku berisi doa-doa harian pelajar semakin mendekatkan diri dengan Tuhan dan menjadikan buku kecil ini sebagai mediasi komunikasi yang mendalam dan rutin dengan-Nya.
32. THE ANGEL OF LOVE (Teenlith)
(11×17,5 cm; Jan 2007; Rp23.000,00)
Terkadang kita menghadapi masalah yang sangat rumit dan merasa tidak mungkin untuk menyelesaikannya. The Angel Of Love akan menuntun anda.
Buku ini berisi pengalaman hidup para remaja beserta permasalahannya yang dituangkan dalam bentuk 24 judul cerita pendek dengan gaya bahasa — gaul — remaja yang mengandung komedi segar yang sangat menarik. Temu penulis….
DAPATKAN BUKU-BUKU OBOR DI:
TOKO ROHANI OBOR
JL. GUNUNG SAHARI 91 JAKARTA PUSAT 10610
TELP: (021) 422-2396
FAKS: (021) 421-9054
E-MAIL: penerbit@obormedia.com
tokorohani@obormedia.com
WEBSITE: www.obormedia.com
Atau di:
* Showroom Keuskupan
* Toko Buku Gramedia
* Toko Buku Rohani
* Toko-toko Paroki
Yang terdekat di kota Anda
Atau Belanja Online di:
www.senakel.com
***
